ZMedia Purwodadi

Ketua KCHPI Tanjab Timur: Sampah dan Kerusakan Lingkungan Jadi Ancaman Serius Bagi Masa Depan Daerah

Table of Contents
Update 17 Februari

TANJAB TIMUR – Ketua Komunitas Cinta Hijau Pesisir Indonesia (KCHPI) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie, mengingatkan bahwa persoalan sampah dan menurunnya kualitas lingkungan hidup merupakan ancaman serius yang kerap kurang disadari masyarakat.

Menurut Arie, berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, abrasi pantai, angin puting beliung, pemanasan global, gempa bumi hingga kebakaran hutan adalah dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara terus-menerus.

“Kerugian harta benda bahkan korban jiwa bisa terus berjatuhan jika kita tidak segera berbenah. Pada dasarnya, kemarahan alam terjadi karena ulah manusia sendiri yang kurang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya. Selasa (17/2/2026).

Ia menilai, persoalan ini berawal dari hal sederhana, yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sungai kerap dijadikan alternatif tempat pembuangan sampah tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan keberlangsungan biota air.

Salah satu contoh dapat dilihat di Kecamatan Nipah Panjang, di mana sebagian masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari masih menjadikan sungai sebagai lokasi pembuangan sampah sehari-hari. Limbah plastik, sampah berbahan kimia, serta limbah rumah tangga lainnya berpotensi mencemari air dan merusak keseimbangan lingkungan.

Arie menegaskan, sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai limbah, melainkan juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk bernilai jual, sedangkan sampah organik seperti daun dan sisa tanaman bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian masyarakat.

Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengambil langkah konkret melalui regulasi dan kebijakan yang berpihak pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sosialisasi dan pembinaan intensif dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran warga.

“Kita tidak perlu saling menyalahkan soal kewenangan. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kesadaran bersama dan menghadirkan solusi nyata, seperti program bank sampah yang sudah berhasil di berbagai daerah,” tegasnya.

Arie mengakui, memulai perubahan bukan perkara mudah dan membutuhkan keseriusan semua pihak, terutama pemerintah daerah. Namun dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, ia optimistis ke depan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat terbebas dari persoalan sampah dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta berkelanjutan.(*)